Sabtu, 16 Januari 2010

Sepi Ini Membunuhku


Rindu… teramat sangat dengan semua manadoku. Tak terbendung lagi, dan akhirnya ku putuskan tuk pulang, sekedar menghirup angin segar manado pagi hari, dan indah sunset di boulevard, tempat favoritku. Begitu senangnya dapat izin pulang dari ortu. Masih H-3 aja ni pikiran dah nyampe manado, padahal raga masih berkutat dengan dinas yang mengikat.

Semangat menggebu2 ingin segera pulang, banyak hal yang ingin ku lakukan. Sampai ketika tak ada lagi kendaraan yang berangkat, akhirnya bermuara juga pada penantian berjam-jam. Sungguh inginku tak berbendung lagi, gelisah dengan arah berputarnya jarum jam, entah akan berhenti pada angka berapa...
Cukup lama bosan menggunung, sampai akhirnya datang juga saatku.
Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, entah karna tenagaku yang terkuras dengan semangat menggebu atau bosan yang berkepanjangan.

Lelah jalanku berharap terbayar dengan semua keramaian dan kebersamaan, tapi Dia berkata lain, tak di izinkanNya kali ini aku merasakan itu. DitinggalkanNya aku dalam ruang kosong lagi. Asa dan semangatku berlibur dengan limit waktu yang sempit ini mulai runtuh satu persatu. Orang2 yang kuharapkan malah sibuk dengan urusannya masing2. Dan aku, lagi2 ditinggal sepi. Maksud hati mengusir senyap, tapi hanya itu juga yang ku dapatkan disini. Lalu untuk apa semua letih, untuk apa semangat yang menggebu2 ini. Semua patah menjadi keping2 rindu yang tak bertuah. Entah kemana harus kularikan dia.

Lagi2 tenggelam dalam sepi. Tak mau jadi lebih egois turuti ingin hati menahan mereka tetap disini. Mungkin memang sudah takdirku menyendiri lagi. Disini ataupun disana sama saja. Sama2 sepi. Terjerat asa dan ketidakpastian. Sepi ini benar2 membunuhku. Mematikan karakter, membuatku putus asa melihat keramaian. Toh ujung2nya juga mati sendiri, dikubur sendiri, dihukum sendiri. Itung2 belajar menyendiri. Tambah rajin bertapa depan TV. Sepi membungkam ingin tuk bicara, jadi pendiam lagi kayak dulu, rasa ingin tau hal2 baru terkikis malu. Semakin menganehkan duniaku yang telah jungkir balik ini.

Selasa, 29 Desember 2009

Jadilah Wanita Yang Berjiwa Cantik, Karena Alam Raya Ini Indah

Jangan pernah gelisahkan peristiwa di malam hari
Tidak ada peristiwa di dunia ini yang kekal.

Bintang – bintang sungguh indah dipandang. Ini tidak diragukan. Keindahan yang menawan hat. Keindahan yang seringkali terjadi yang beraneka warna dan waktunya. Keindahan pagi hari berbeda dengan keindahan sore hari. Keindahan waktu terbit berbeda dengan keindahan waktu terbenam. Keindahan malam purnama berbeda dengan keindahan malam tanpa cahaya rembulan. Keindahan langit yang cerah berbeda dengan keindahan langit yang diliputi awan. Bahkan keindahan itu berbeda pada jam tertentu dengan jam yang lain, pandangan tertentu dengan pandangan yang lain, dari kamar tertentu dengan kamar yang lain. Seluruhnya adalah keindahan yang menawan setiap hati.

Bintang tertentu menyendiri disana, seperti mata yang indah dan memancarkan cinta dan sapaan. Nun di sana ada dua bintang yang menyendiri yang tersentuh oleh kebisingan. Ada juga bintang – bintang yang berkumpul saling berpelukan dan menyebar di sana-sini. Seolah-olah bintang-bintang itu membentuk forum diskusi di hamparan langit. Ada rembulan yang pemurah dan tenang pada satu malam. Ada rembulan yang berkilauan pada satu malam. Ada rembulan yang kecil dan redup pada satu malam. Ada rembulan yang lebih kecil dan akan membesar pada satu malam. Ada rembulan yang mengecil dan akan hilang pada satu malam.

Ruang angkasa ini tidak akan pernah bosan manusia memandangnya dan pandangan manusia tidak akan sampai pada ujungnya. Sesungguhnya itulah keindahan. Keindahan yang dimiliki manusia untuk dinikmati. Akan tetapi manusia tidak memiliki kalimat yang cukup untuk menuturkan keindahan itu...

Pencerahan: Kenyataan yang tidak bisa dihindari harus diterima. Jika engkau gelisah sebab kenyataan itu, apa artinya kegelisahan itu?

(Dikutip dari buku: Menjadi Wanita Paling Bahagia, oleh DR. Aidh al-Qarni)

KOJAK (Kata Orang Bijak) #1

# “Ketika seorang samurai sejati berperang, dia mempersiapkan diri untuk mati, tetapi yang seringkali terjadijustru musuhya yang mati” _Billi Lim_

# “Sebatang anak tangga bukanlah sebagai tempat istirahat sebelah kakisi pemanjat, tetapi sekedar tempat berpijak sejenak, cukup untuk meletakkan kaki sebelah pada tempat yang lebih tinggi” _Thomas Huxley_

# “Janganlah menilai orang yang mencoba dan gagal, tetapi nilailah orang yang gagal mencoba” _Billi Lim_

# “Kegagalan adalah peluang untuk memulai lebih pintar” _Henry Ford_

# “Sebagian orang mati cepat karena kebanyakan makan. Yang lain karena kebanyakan minum. Sebagian yang lain lagi hanya menjadi pengecut dan mati karena tidak ada yang dikerjakan lagi” _Billi Lim_

# “Orang terganggu bukannya oleh masalah yang ada, tetapi oleh pendapat mereka tentang masalah yang ada” _Epitetus_

# “Jika telah dirancang dengan teliti dan diatur dengan rapi, dan dilakasanakan dengan efektif, namun tetap gagal, maka kegagalan itu menandakan perubahan, dan dengannya, terbukan peluang” _Peter Drucker_

# “Banyak cara menjadi orang gagal, tetapi tidak mengambil resiko adalah cara paling bagus untuk menjadi orang gagal” _Anonim_

# “Bersedih hati tentang apa yang tidak anda miliki adalah menyia-nyiakan apa yang anda miliki” _Ken Keyes Jr_

# “Jangan menyebutnya sebagai suatu kesalahan, tapi jadikan dia sebagai suatu pelajaran” _Thomas Alva Edison_

# “Muda atau tua tidak bergantung pada tanggal dalam suatu masa, tetapi keadaan jiwa. Tugas kita bukan menambah usia pada kehidupan, tetapi menambah kehidupan pada usia” _Myron J. Taylor_

Minggu, 27 Desember 2009

Insomnia bunkan Amnesia...



Dua kata yang mirip2 sama, tapi beda arti. Jauh bedanya, walaupun sama2 penyakit. Amnesia ntu penyakit hilang ingatan, sedangkan Insomnia adalah penyakit susah tidur. Seringkali insomnia disebut amnesia oleh orang2 tidak bertanggung jawab untuk melihat kamus terlebih dahulu. Di sini gw pengen ngebahas tentang penyakit insomnia, coz akhir2 ini si insomnia terus mengusik kenyamanan tidur gw. Bermula dari masa2 ujian beberapa bulan yang lalu, perjuangan seorang mahasiswa menyelesaikan tugas akhir, begadang tiap malam depan kompi, melek terus membaca tumpukan buku sebagai referensi, tingkat stres meningkat, pikiran makin berat mengejar waktu ujian. Sampai akhirnya setiap malam jadi gak bisa tidur, kalo pun ketiduran minimal hanya 2-3 jam sehari. Gara2 kurang tidur, kondisi badan jadi gak fit lagi, badan rasanya melayang2, kantung mata semakin besar dan jerawat semakin meraja lela numpuk di wajah.
Selang beberapa bulan setelah ujian, kebiasaan gak tidur masih terbawa2, dan gw rasa hal ini lumrah terjadi pada setiap mahasiswa tingkat akhir yang telah menyelesaikan studinya. Sampai sekarangpun waktu tidur jadi makin berkurang. Walo pun dari jam 9 dah nongkrong di atas tempat tidur tapi ni mata belum juga mau nutup. Mesti di jepit kali’ yah?? Di atas jam 1 malam baru bisa terlelap. Berbagai cara tuk bisa tidur dah gw coba, mulai dari baca buku biar mata cepet lelah, denger lagu2 melow, boker, ngitung bintang, ngupil, dan lain2, tapi gak bisa juga. Banyak obat2an untuk penyakit ini, tapi sebagai seorang farmasis, obat adalah racun, kebanyakan minum obat sama aja ngebiarin racun2 ntu nongkrong di tubuh. Sebisa mungkin menghindari obat2 kimiawi.
Untuk mengatasi si insomnia ini, gw nyari2 info di beberapa buku, dan menemukan sepenggal tentang insomnia yang mau gw bagiin disini. Menurut buku, insomnia atau tidak bisa tidur memang dapat diakibatkan oleh banyak gangguan fisik, misalnya batuk, rasa nyeri (rematik, encok, migrain, restless, keseleo, dsb) atau sesak napas (asma, bronkitis, dsb). Yang sangat penting pula adalah gangguan kejiawaan, seperti emosi, ketegangan, kecemasan atau depresi. Kasusku mungkin masuk pada penyebab terakhir: gangguan kejiwaan (tapi bukan berarti Gila yah!) karena terus-menerus memikirkan tugas akhir.
Bagi sebagian orang, insomnia yang tak bisa dihindari dimanfaatkan untuk melakukan aktifitas2 lainya seperti melanjutkan pekerjaan, mengerjakan tugas2, sekedar nonton film ataupun kegiatan2 yang mereka sukai lainnya. Tapi tetap saja, tubuh manusia itu bukan mesin, butuh istirahat sekedar merilekskan organ2 yang tegang seharian.
Kebutuhan akan tidur dapat dianggap sebagai perlindungan dan organisme untuk menghindari pengaruh yang merugikan karena kurang tidur. Tidur yang cukup dapat membantu regenerasi sel-sel tubuh, pengumpulan energi dan pemulihan tenaga sehingga memungkinkan untuk beraktivitas pada siang hari dengan baik. Asal tau aja kawan, pembentukan hormon pertumbuhan (Growth hormone) terutama terjadi pada waktu tidur di malam hari. So, kalo gak tidur semalaman, hormon pertumbuhan kita akan sulit terbentuk, regenerasi sel-sel juga, sehingga dapat menimbulkan gangguan psikis dan gangguan kesehatan.
Menurut buku yang gw baca, penanganan insomnia dapat dilakukan dengan memperbaiki cara hidup yang keliru, misalnya melakukan kegiatan2 psikis yang melelahkan sebelum tidur. Dianjurkan pula untuk melakukan gerak badan secara teratur, jangan ngerokok nda minum kopi atau alkohol pada malam hari, coz dapat mengganggu pola tidur. Gerak-jalan, melakukan kegiatan rileks, mandi air panas, minum segelas susu hangat dengan cereal sebelum tidur ternyata dapat mempermudah dan memperdalam tidur yang normal. Obat2 tertentu, kualitas kasur dan bantal yang buruk, ruangan yang berisik, cahaya yang terang benderang, ventilasi yang jelek, serta suhu kamar yang tidak menunjang juga dapat menyulitkan tidur. Untuk mengatasi insomnia sendiri, pertama2 adalah menanggulangi penyebab utamanya, mencoba cara2 di atas yang bisa kita lakukan. Kalo semua cara dah di coba dan gak bisa di atasi juga, baru menggunakan obat tidur. Tapi ada baiknya jika terlebih dahulu di konsultasikan dengan petugas kesehatan atau dokter agar mendapat penanganan yang lebih baik.
So, kawan, mungkin sedikit info di atas bisa kita coba... ^.~

Buku yang gw pake disini adalah “Obat-obat Penting”, edisi V. Karangan Drs. Tan Hoan Tjay & Drs. Kirana Rahardja.

Sabtu, 26 Desember 2009

Belajar dari laron


Kehidupan memberi banyak pelajaran untuk kita. Banyak hal-hal yang terlihat sederhana namun bermakna luar biasa.
Satu pelajaran hidup dari seekor makhluk kecil...

Sebuah kisah tentang Laron Maharaja, seperti dilihat dari namanya, adalah spesies paling hebat dan segala spesies laron. Ia mempunyai sayap lebar yang mengepak dengan hebat tatkala terbang. Sebelum dewasa ia dilahirkan sebagai larva (ulat) yang menjadi kepompong yang tinggal di dalam selaput. Hal sangat menarik mengenai selaput Laron Maharaja adalah “leher”nya yang begitu sempit sekali.

Untuk menjadi laron, kepompong laron Maharaja terpaksa keluar dari leher selaput yang sempit. Ketika melihat kepompong “malang” yang sedang meronta keluar dari selaput, seorang ahli sains yang baik hati memberi bantuan dengan menggunting dan melebarkan leher pembendung supaya “memudahkan” kepompong keluar. Tepat seperti yang diperkirakan kepompong keluar dengan mudah tanpa banyak meronta, tetapi ia tidak berdaya untuk terbang, bahkan sebaliknya ia jatuh, dan hanya merayap-rayap di tanah saja. Setelah beberapa hari ia mati di atas tanah dan tidak dapat hidup beterbangan di udara dengan sayap yang hebat itu.

Ternyata, untuk membuat ia terbang, ia hanya perlu menjalani proses meronta dan meloloskan diri keluar dari leher kepompong. Karena melalui proses “meronta dan lolos” inilah benda cair dipompa masuk ke urat-urat sayap yang memungkinkan terbang apabila ia keluar!

(Sebuah kisah yang dikutip dari buku “Berani Gagal” oleh Billi P.S. Lim)

Itulah sahabat... untuk mendapatkan suatu keindahan dan kekuatan hidup, terkadang kita perlu menjalani masa-masa sulit yang dapat melatih kita menjadi sesuatu yang sesungguhnya.

Dimulakan dengan Bismillah




Ucapan Bismillahirrahmanirrohiim, punya makna tersendiri, yaitu memulai sesuatu dengan menyebut asma Allah dan mengingatNya sebelum segala sesuatu, mengharap pertolongan kepada Allah di semua urusan, hanya meminta pertolongan kepadaNya saja, sesungguhnya Rabb yang disembah, yang memiliki segala kelebihan, kemurahan hati, keluasan rahmah, banyak keutamaanNya. Dan kebaikan yang rahmatNya mencakup atas segala sesuatu dan kebaikanNya meliputi seluruh makhluk

Kita dianjurkan untuk mengucapkan basmallah saat membaca setiap surah dari kitab Allah Ta’ala kecuali ketika membaca surah At-Taubah, dan ketika sholat wajib mengucapkan basmalahnya dengan suara lirih (pelan) meskipun melakukan sholat jariyah (yang dikeraskan bacaannya), disunnahkan juga untuk kita mengucapkan bismillah ketika makan, minum, memakai pakaian, ketika masuk masjid dan keluar darinya, dan ketika naik kendaraan, dan dalam tiap urusan penting kayak wajibnya seorang hamba menyebut Bismillah, Allahuakbar ketika menyembelih.

Muncul satu pertanyaan nih, kenapa gak ada Basmalah di awal surah at-Taubah??
Ada beberapa pendapat dari kalangan ulama ahli tafsir...

Pertama, menurut kebiasaan orang-orang arab zaman dulu, kalo diantara mereka ada perjanjian tertulis maka mereka menuliskan bismillah, tapi kalo ingin membatalkan perjanjian itu, mereka nulisnya tanpa pake basmallah. Ketika surah at-Taubah turun yang menandai tidak berlakunya perjanjian antara Rasulullah dan orang musrikin, Rasulullah SAW mengutus Ali bin Abi Thalib membacakan surah itu tanpa menyebut basmallah di awalnya.

Kedua, dikatakan bahwa ada kesamaan antara surah at-Taubah dengan surah sebelumnya al-Anfal, maka surah at-Taubah disebut-sebut sebagai kelanjutan dari surah sebelumnya, sehingga tidak ada basmallah di awal surah ini. Pendapat ini diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ketiga, surah at-Taubah berdekatan dengan surah al-Baqoroh dan punya kesamaan antara keduanya, maka tidak dituliskan basmallah di awal surah.

Keempat, ada pendapat yang mengatakan bahwa ketika dilakukan kondifikasi mushaf pada zaman kekhalifahan Ustman r.a, terdapat perbedaan pendapat antara penulis mushaf, apakah surah at-Taubah dan al-Anfal merupakan satu surah atau dua surah berbeda? Untuk mengmbil jalan tengah dari dua pendapat tersebut, maka ditetapkan bahwa surah at-Taubah dan al-Anfal adalah dua surah dengan tanpa menuliskan basmallha di awal surah at-Taubah.

Kelima, diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, ketika di tanya oleh Ali bin Abi Thalib kenapa tidak dituliskan basmallah di awal surah at-Taubah? Beliau menjawab, “Bismillahirrahmanirrahiim” mempunyai makna keamanan dan perdamaian, dan surah at-Taubah turun dalam bayang-bayang pedang ketika perang Tabuk, dimana tidak ada situasi aman saat itu. Basmallah itu sendiri menyiratkan makna rahmat kasih sayang, sedangkan surah at-Taubah banyak berisi kecaman dan sanggahan terhadap sikap orang-orang munafiq dan orang kafir, maka tidak ada rahmat bagi mereka.
Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa malaikat Jibril tidak menyertakan basmallah ketika menurunkan surah at-Taubah.

Jika dirunut secara bahasa, maka akan kita dapatkan keagungan kalimat bismillahirrahmanirrahiim. Kata Bismillah merupakan tiga rangkaian kata yang mengandung arti yang agung yaitu Ba (bi), Ism, dan Allah.

1. Huruf ‘ba’ yang di baca ‘bi’ disini mengandung dua arti:
Pertama, huruf ‘bi’ yang diterjemahkan dengan kata “dengan” menyimpan satu kata yang tidak terucap tetapi harus terlintas dalam benak ketika mengucapkan basmallah, yaitu memulai. Sehingga bismillah berarti “saya atau kami memulai dengan nama Allah”. Dengan demikian kalimat tersebut menjadi semacam doa atau pernyataan dari pengucap. Atau dapat juga diartikan sebagai perintah dari Allah (walaupun kalimat tersebut tidak berbentuk perintah), “Mulailah dengan nama Allah”

Huruf ‘bi’ yang diterjemahkan dengan kata “dengan” itu dikaitkan dalam benak dengan kata “kekuasaan dan pertolongan”. Pengucap basmallah seakan-akan berkata, “dengan kekuasaan Allah dan pertolonganNya, pekerjaan yang sedang saya lakukan ini dapat terlakasana”. Pengucapnya seharusnya sadar bahwa tanpa kekuasaan Allah dan pertolonganNya, apa yang sedang dikerjakannya itu tidak akan berhasil. Ia menyadari kelemahan dan keterbatasan dirinya tetapi pada saat yang sama –setelah menghayati arti basmallah ini- ia memiliki kekuatan dan rasa percaya diri karena ketika itu dia telah menyandarkan dirinya dan bermohon bantuan Allah Yang Maha Kuasa itu.

2. Kata ‘Ism’ setelah huruf ‘bi’ terambil dari kata as-sumuw yang berarti tinggi dan mulia atau dari kata as-simah yang berarti tanda. Kata ini biasa diterjemahkan dengan nama. Nama disebut ism, karena ia seharusnya dijunjung tinggi atau karena ia menjadi tanda bagi sesuatu.

Syaikh Al-Maraghi dalam tafsirnya menjelaskan dengan penyebutan nama disini berarti dirinya memulai pekerjaan dengan nama Allah dan atas perintahnya bukan atas dorongan hawa nafsu belaka.

Penyebutan nama Allah diharapkan pekerjaan itu menjadi kekal disisi Allah. Di sini bukannya Allah yang namaNya disebut itu yang kita harapkan menjadi kekal karena Dia justru Maha Kekal. Namun yang kita harapkan adalah agar pekerjaan yang kita lakukan itu serta ganjarannya menjadi kekal sampai hari kemudian. Banyak pekerjaan yang dilakukan seseorang tapi tidak mempunyai bekas apa-apa terhadap dirinya atau masyarakat, apalagi berbekas dan ditemui ganjarannya di hari kemudian. Demikianlah Allah mentamsilkan perbuatan orang-orang yang kafir yang tidak dibarengi dengan keikhlasan kepada Allah, “Dan Kami hadapi hasil-hasil karya mereka (yang baik-baik itu), kemudian Kami jadikan ia (bagaikan) debu yang beterbangan (sia-sia belaka). (QS 25: 23)

3. Kata Allah, berakar dari kata walaha yang berarti mengherankan atau manakjubkan. Jadi Tuhan dinamai Allah karena segala perbuatanNya menakjubkan dan mengherankan. Karena itu terdapat petunjuk yang menyatakan, “Berfikirlah tentang makhluk-makhluk Allah dan jangan berfikir tentang DzatNya”.

Sementara itu sebagian ulama mengungkapkan bahwa kata Allah terambil dari kata aliha – ya’lahu yang berarti menuju dan bermohon. Tuhan dinamai Allah karena seluruh makhluk menuju serta bermohon kepadaNya dalam memenuhi kebutuhan mereka, atau juga berarti menyembah dan mengabdi, sehingga lafazh Allah berarti “Zat yang berhak disembah dan kepadaNya tertuju segala pengabdian”.

Sumber; http://www.dakwatuna.com/2007/keagungan-...

jungkirbalik duniaku

Kisah hidup tak selalu berjalan sempurna. Keinginan seringkali berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Ketika mimpi-mimpi telah dirancang dengan sempurna, satu pemikiran saja mampu memutarbalikkan segalanya. semakin melemahkan ketidakberdayaan. Jalan keinginan semakin jauh dari kenyataan yang datang. Masa kemudian tertutup kabut awan. Suram dan tak terlihat lagi. Namun terus berjalan, di tapaki langkah demi langkah, mencari dalam ketidak jelasan. Dapati satu arah menuju titik terang yang masih begitu kabur, namun datang satu keyakinan akan jalan ini. Hadapi dan temukan indahnya.